21 September 2007

KHODAM,TENAGA DALAM, DAN PENGENALAN JIWA

Ada hal yang menarik mengingat perjalanan saya dalam mencari pemahaman tentang jiwa. Sewaktu kuliah (tahun 1992),secara tidak sengaja, saya belajar tentang ilmu kanuragan. Pada suatu waktu saya diajak oleh teman-teman saya ke tangerang untuk belajar ilmu kanuragan(kesaktian). Waktu itu saya Cuma tertawa-tawa aja mendengar ajakan itu, dalam hati saya berkata “pengen tau aja gw kayak apa sech kanuragan itu” karena saya sangat tidak percaya akan hal-hal seperti itu . Malam harinya kami berlima berangkat ke tangerang, ternyata orang yang akan mengajarkan ilmu itu masih sangat muda, dia adik dari teman kuliah saya. Dia melakukan suatu wirid yang sangat lama,setelah itu kita satu persatu kita dipanggil untuk di “tranfer” ilmu kanuragan, kita disuruh bersalaman sambil mengucapkan dua kalimat syahadat dan salawat nabi, setelah itu selesai dech acara “transfer” ilmu tersebut. Saya jadi ketawa sendiri, aneh aja, kok dengan salaman dan mengucapkan syahadat dan salawat , kita bisa mendapatkan ilmu kanuragan.
Setelah selesai kita diajarkan bagaimana ilmu itu bekerja, ilmu itu bisa memanggil Khodam(bahasa arab yang artinya pembantu) untuk bisa membantu kita dalam mengatasi kesulitan , seperti berkelahi, menghadapi orang yang berniat jahat ke kita dan lain-lain yang pada intinya membantu kita dalam kesulitan. Kemudian kami satu persatu diminta mempraktekkannya, awalnya bacalah dua kalimat syahadat dan salawat nabi, kemudian niatkan dalam hati untuk “bergerak” dalam gerak silat sesuai dengan keinginan kita.Kalau kita minta gerak silat cimande, maka keluarlah jurus cimande. Satu persatu kita mencoba dan teman-teman saya sama sekali tidak bisa mempraktekkannya , dan menurut orang yang menurunkan ilmu itu , memang tidak langsung bisa bekerja dan dibutuhkan latihan-latihan lama dan konsisten agar benar-benar menguasainya. Saya semakin yakin bahwa ini hanya kebohongan semata, dan Cuma membuang waktu saja. Akhirnya tiba giliran saya, waktu itu saya itu meminta dalam hati untuk bergerak jurus bangau putih ( he- he-he …, seru juga kayak pendekar aja), dan ajaib ,saya langsung bergerak secepat kilat dan mulai memperagakan jurus itu. Saya kaget banget , benar-benar kaget, tangan dan kaki ini seperti digerakkan oleh sesuatu yang tidak terlihat untuk bergerak, dan begitu saya perhatikan gerakannya bagus banget. Saya langsung berhenti dalam kekagetan, ternyata semuanya juga kaget, kok bisa langsung bisa!!!!, termasuk guru tersebut, karena untuk bisa seperti ini menurutnya dibutuhkan waktu berbulan-bulan seperti apa yang baru saya lakukan. Akhirnya setelah sholat subuh kami pulang ke kost an , saya sendiri masih shock mengalami kejadian barusan.
Diantara teman-teman kejadian di tangerang menjadi pembahasan yang menarik , titik sentralnya siapa lagi kalo bukan si awang yang tiba-tiba menjadi sakti. Saya tidak bangga mendengar itu , saya malah khawatir karena di badan ini seperti ada sesuatu yang menempel dan mengikuti saya semenjak dari tangerang. Memang setelah dari tangerang saya terus mencoba bukan hanya dalam gerak silat tapi dalam keseharian saya. Pernah didepan mata teman-teman saya , sewaktu di perpustakaan, saya bisa “mengusir” orang – orang yang sedang baca buku di depan saya. Semua orang yang ada di perputakaan menyingkir satu persatu setelah saya niatkan dalam hati agar mereka pergi dan hanya saya dan teman-teman dan saya saja yang ada di meja perpustakaan. Gila ini aneh!!!, ini sesuatu yang tidak bisa terima dengan akal, bahkan pernah suatu waktu ada teman saya dari kalimantan , meminta saya untuk menggerakkan suatu jurus yang sudah kuno yang ada di kalimantan, dan dengan sempurna saya bisa menggerakkannya dan teman saya itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala, dan dia berkata elo emang jago wang.
Saya jadi stress , karena saya tidak siap untuk itu semua, sesuatu yang pada awalnya saya remehkan malah menjadi bumerang buat saya, dan yang lebih mengganggu saya adalah sang khodam ada dibadan mulai secara perlahan menasehati saya. Saya diminta untuk kembali sholat lima waktu, jangan suka berkata sembarangan lagi dan lebih mendekat diri kepada Allah. Waktu itu saya melawan karena saya pikir saya punya kehidupan sendiri masih mau bandel , bukan khodam yang bisa mengatur diri saya. Tapi saya seperti tidak kuasa terhadap dia , dan semua dorongan untuk beribadah mulai saya turuti, sering kali dia menasehati dan mengajari saya bahkan saya sepertinya dia gerakkan ketika akan berjalan ke mushola , saya langsung berubah total!!!!.
Saya bukan lagi suatu pribadi yang nakal (itu kata orang sech) ,tukang brantem, sembarangan,temperamental dan teman-teman jadi kaget terhadap perubahan itu, malah ada teman baik saya , sampai menangis dan dia tidak terima dengan kondisi saya seperti itu. Dia melihat dengan mata kepalanya sendiri , sewaktu dia saya ajak untuk sholat jumat dan kebetulan teman saya tidak mau, saya langsung menasehati dia agar mau sholat, tapi teman saya melihat ada orang persis seperti saya berdiri di samping saya berbicara dengan dia sambil menasehati dia ( gila !!!!!!!, aneh banget).
Lama saya berjuang agar dia tidak terlalu mengatur hidup saya, dan akhirnya saya bisa lebih mengendalikannya dan puncaknya saya menjadi pribadi yang berdiri sendiri bukan dikendalikan oleh khodam.
Lama setelah kejadian itu , tepatnya setelah saya menikah(tahun 1996), saya menderita sakit flex paru-paru, lama saya menyembuhkannya, dan setelah saya dinyatakan sembuh total saya masuk perguruan pernapasan. Logika saya sederhana saja, perguruan pernapasan bisa membantu saya untuk recovery dari penyakit saya. Dan memang benar, dengan latihan rutin 3 minggu sekali , saya merasa lebih sehat dan segar. Tapi setelah memasuki bulan ketiga saya mendapatkan keanehan lagi, tiba-tiba ada dorongan yang sangat luar biasa untuk mendekatkan diri kepada Allah, ini adalah aneh apa hubungannya pernapasan dengan ibadah, kok semakin kita tekun berlatih pernapasan dorongan ibadah itu semakin tinggi. Saya pikir apa ini masih pekerjaan khodam ?, tapi saya pikir tidak, karena kekuatan dia waktu itu sudah sangat kecil, dan segala nasehatnya masih bisa pilah-pilah dan saya sendirilah yang memutuskannya, bukan dari dia.
Lama saya merenung, dan saya pikir kalau mengarah ke arah yang baik apa salahnya diteruskan. Akhirnya saya menjalani dengan iklas terutama dalam beribadah dan lebih mendalami ilmu pernapasan bukan saja dari perguruan saya tapi melalui perguruan-perguruan yang lain. Saya belajar teori dan konsep pernapasan, saya mempelajari konsep kundalini,cakra, aura, reiki,dan tekhik yang lain. Saya juga menelusuri sejarah perguruan pernapasan yang ada di indonesia, dari pelopor perguruan pernapasan sampai dengan pecahan-pecahannya.
Pada tataran (tingkatan) selanjutnya setelah seorang murid melewati tingkat dasar,kita harus melewati puasa – puasa dan zikir yang cukup berat. Saya sangat penasaran dengan puncak dari keilmuan perguruan itu, oleh karena itu semua kewajiban itu saya jalani. Saya pernah menjalani puasa mutih 3 hari, bahkan mutih 7 hari pun saya selesaikan dengan baik. Puasa mutih itu adalah puasa yang mengharuskan orang menjalaninya makan dan minum hanya dengan nasi putih dan air putih.
Ketika saya sedang mendalami tingkatan itu , saya mulai diperkenalkan tentang konsep jiwa mengenai reinkarnasi. Dari sinilah saya berontak dan menolak pemahaman itu, karena saya sangat tidak percaya akan reinkarnasi. Bagi saya ketika orang meninggal akan masuk ke alam kubur dan akan diperhitungkan ke akhir jaman. Bukannya ketika kita meninggal, jiwa kita akan menitis ke badan lain, ini saya tolak sekuat-kuatnya. Kemudian saya memutuskan keluar dari perguruan, dan dengan bekal pengetahuan saya, saya mulai mencari sumber dari perguruan pernapasan yang ada di indonesia. Akhirnya saya mendapatkan seorang guru dan saya belajar secara privat.
Saya mendapatkan banyak pencerahan dari guru saya itu, dari tentang konsep pernapasan, jurus – jurus pernapasan baik buat pertahanan diri maupun buat pengobatan, bahkan konsep jiwa pun saya mempelajari dengan baik. Setelah melewati tingkat dasar dan menengah, saya mulai diajarkan konsep jiwa , dan lagi – lagi saya di ajarkan suatu konsep reinkarnasi. Ada suatu tahapan yang harus saya lalui , yang berujung kepada keharusan untuk mengakui konsep reinkarnasi. Saya menolak pemahaman itu, dan akhirnya saya sempet vakum lama di perguruan itu.

Dalam ke vakuman itu saya mengalami kesulitan dalam pekerjaan saya, saya mengalami suatu kondisi yang tidak nyaman dan berujung memaksa saya untuk keluar dari pekerjaan saya. Dalam kegamangan, saya masih ingat betul , ketika sedang bekerja tiba-tiba saya merasa ruangan dikantor begitu kosong dan hening dan ada saya seperti mendengar ada suara yang berkata ,”keluarlah dari ini semua dengan mempelajari diri kamu sendiri”. Dari situlah saya mulai mempelajari konsep diri saya , yah dengan mempelajari konsep diri saya yakin bisa keluar dari kesulitan ini. Mulailah suatu tahap penjelajahan diri secara lebih mendalam dan memakan waktu yang cukup lama.
Hari demi hari saya habiskan untuk merenung dan Saya mulai mempelajari buku – buku motivasi, EQ , tulisan-tulisan konsep diri di internet , dan ESQ sampai larut malam.Dari situlah saya mengerti tentang konsep diri secara utuh, dan mengajak saya untuk mempelajari buku – buku agama lebih mendalam yang selama ini saya abaikan. Tidak lupa saya menjalani puasa senin dan kamis serta sholat malam untuk memohon hidayahnya. Yang aneh adalah ketika mempelajari semuanya itu , seperti ada tuntunan dari hati dan mendapatkan banyak kebetulan. Seperti saya ingin mempelajari buku ESQ , saya memdapatkan dari istri saya yang pinjam buku itu dari tetangga saya yang bekerja di percetakan lengkap 2 buku!!!.
Contohnya lagi pada saat saya mencari sesuatu di internet melalui gogle dengan mengandalkan kata hati saya, saya mendapatkan Link-link yang luar biasa, Maha Besar Allah.
Semua pelajaran tersebut saya coba praktekkan dalam menghadapi kesulitan dikantor dan membawa saya kepada pemahaman yang luar biasa dalam hidup ini.
Jikalau saya mencoba menyimak perjalanan saya sampai kepada pemahaman sekarang ini sebenarnya Allah sudah memberikan jalan dan petunjukNya agar saya mengenal kepada Allah.
Bukankah pada waktu saya berusia 21 tahun saya sudah dingatkan bahwa dalam kesombongan saya, ada suatu kekuatan yang besar dan tidak terlihat , dialah Allah yang mencipta kehidupan ini!!!!
Bukankah pada usia 25 tahun saya dingatkan kembali dibalik pernapasan ada suatu kekuatan yang maha dasyat yang mengendalikan napas kita sendiri. Bukankah kita tidak bisa menolak untuk menarik napas dan mengeluarkan napas kecuali kita sudah tidak bernyawa. Bukankah itu tanda – tanda kebesaranNya!!!!.
Bukankah keadaan yang menurut saya suatu ketidaknyaman ke tempat kerja adalah cara Allah agar kita bisa lebih mengenal diri (jiwa) yang berujung kepada pemahaman akan pengetahuan kita kepada pencipta diri ini!!!!.
Semua pengetahuan yang saya dapat seperti khodam, pernapasan, bela diri pencat silat, konsep diri, kesulitan hidup dan lainnya sebenarnya adalah Hidayah dari Allah kepada saya agar saya bisa kembali kejalanNya, Terima kasih ya Allah.

Aw(21-09-07)

Tidak ada komentar: